Review makalah berjudul: Using Bayesian Network for Determining The Recipient of Zakat in BAZNAS Pekanbaru
|
Judul |
Using Bayesian Network for Determining The Recipient of
Zakat in BAZNAS Pekanbaru |
|
Publisher |
IEEE |
|
Published in |
2018 2nd
International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICon EEI) |
|
Tahun |
2018 |
|
Penulis |
Akbarizan, Rahmad Kurniawan, Mohd Zakree Ahmad Nazri, Siti
Norul Huda Sheikh Abdullah, Sri Murhayati, Nurcahaya |
|
Reviewer |
Tengku Syaid Rian Fadhilah |
|
NIM |
11751101351 |
|
Kelas |
Data mining G |
1. Latar Belakang:
Pekanbaru adalah ibu kota provinsi
Riau, Indonesia dan pusat ekonomi utama di bagian timur Pulau Sumatera.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik Indonesia, pada 2017 jumlah pemeluk Islam di
Riau mencapai 4,8 juta jiwa. Perekonomian yang baik di Riau berdampak pada
semangat warga untuk berzakat. Zakat adalah kewajiban Muslim. Itu wajib bagi
umat Islam yang mampu memberikannya. Setiap Muslim yang memiliki kelebihan
kekayaan harus membayar Zakat. Zakat adalah pilar ketiga dari rukun Islam.
Muzakki adalah seorang muslim yang memiliki kualifikasi dan kewajiban finansial
untuk memberikan zakat. Sementara itu, Mustahik adalah orang yang berhak
menerima zakat. Tugas utama Baznas dalam penyaluran zakat adalah
memprioritaskan penyaluran zakat berdasarkan data akurat pemohon. Beberapa
program zakat adalah usaha produktif, beasiswa dan pelatihan, pembangunan
sarana dan prasarana. Baznas di Pekanbaru harus segera menyalurkan zakatnya ke
Mustahik sesuai dengan skala prioritas yang telah disusun dalam programuntuk. Badan
Pusat Statistik Indonesia melaporkan jumlah penduduk miskin (penduduk di bawah
Garis Kemiskinan) di Riau. September 2017 berjumlah 496,39 ribu orang (7,41%).
Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2016 yang berjumlah
501,59 ribu jiwa (7,67%), penduduk miskin di Riau mengalami penurunan sebesar
5,20 ribu jiwa. Zakat berpotensi mengurangi kesenjangan sosial di antara
keduanya
Secara prosedural, Muzakki melakukan
pembayaran zakat di kantor Baznas. Baznas menerima zakat dari Muzakki dan
mendistribusikan ke Mustahik. Baznas menentukan a Mustahik calon secara manual,
yaitu mewawancarai calon dan melakukan observasi lapangan. Perasaan, emosi,
sentimen terkait dengan atmosfir dan mood yang dapat menyebabkan miss-judgement
dan mempengaruhi penyaluran zakat. Sedangkan kecerdasan buatan dapat membantu
pekerjaan repetitif dan monoton
Teknik klasifikasi dalam kecerdasan
buatan berpikir lebih cepat dari yang dipikirkan manusia dan dapat melakukan
multi-tasking. Parameter klasifikasi berbeda dengan manusia, dapat disesuaikan.
Kecepatan dan waktu mereka hanya parameter berbasis kalkulasi. Di sisi lain,
kecerdasan buatan tidak perlu sering diistirahatkan. Manusia dapat menggunakan
AI selama berjam-jam dan dapat terus bekerja tanpa merasa bosan atau lelah.
Salah satu metode klasifikasi yang populer adalah Bayesian Network.
Peneliti menganggap Bayesian network
lebih popular kerena inferensi Bayesian network lebih konsisten menangani
kasusu ketidakpastian. Bayesian network dapat memfasilitasi pembelajaran
tentang hubungan kausal antara variable. Bayesian network mudah diubah menjadi
alat pendukung keputusan seperti untuk membantu pengelolan sumber daya. Oleh
karena itu, peneliti memilih metode Bayesian network sebagai mesin inferensi
yang terbukti handal dalam masalah ketidakpastian
2.
Penelitian terkait:
Belakangan ini, kecerdasan buatan
banyak digunakan dalam bidang ilmu keislaman. Sulaiman dkk mempresentasikan
sistem pakar menggunakan pendekatan Islam. Mereka telah mengusulkan pendekatan
berbasis pengetahuan dalam sistem pakar untuk jemaah haji dan juga merencanakan
pendekatan berbasis pengetahuan dinamis untuk mendiagnosis kemungkinan masalah
dan solusi dari pakar. Mereka telah mengimplementasikan sistem pakar
menggunakan Forward Chaining dimana Pengguna dapat menanyakan pertanyaan apapun
yang berhubungan dengan ritual haji.
Zakat juga mengadopsi kecerdasan
buatan. Afaf-Al-Riaymi dkk telah menggunakan sistem pakar untuk membantu
masyarakat menghitung jumlah setiap jenis Zakat. Studi ini membantu Muzakki
untuk menentukan apakah mereka diharuskan membayar Zakat atau tidak, menentukan
kondisi unik pendapatan, dan jumlah setiap jenis Zakat yang harus mereka berikan
setiap tahun. Pada studi ini mengembangkan sistem berdasarkan shell sistem
pakar berbasis aturan.
Harry dkk telah menggunakan kecerdasan buatan
terutama Metode Weight Product untuk menentukan Mustahik. Sistem pendukung
keputusan ini menghitung dan mengsortir Mustahik menggunakan metode Weighted Product
dengan kriteria pendapatan bulanan, jumlah tanggungan, kepemilikan rumah,
kepemilikan kendaraan bermotor dan ada tidaknya tanggung jawab.
3. Metode:
Metode yang digunakan sesuai dengan proses data mining. Mulai dari pendataan dan preprocessing. Data diperoleh dari Baznas pekanbaru tahun 2017 sebanyak 100 dengan 14 atribut (nimir urut, distrik, nomor IC, tanggal, nama, alamat, noor telepon, usia, status perkawinan, tanggungan, pekerjaan, program, pendapatan dan keputusan
Metodologi teknik klasifikasi Bayesian network
Terdapat enam langkah
untuk melakukan teknik klasifikasi network Bayesian. Peneliti melakukan pra-prosessing
data setelah pengumpulan data untuk mendapatkan data yang bersih dan berguna. Pra-pemprosesan
data sangat menentukan hasil klasifikasi. Pra-prosessing data meliputi
pembersihan data, transformasi data, reduksi dan diskritisasi data,
klasifikasi, pengujian dan evaluasi. Diskritisasi data sangat penting dalam
pra-prosessing data, karena peneliti menggunakan Bayesian network sebagai
klasifikasi.
a.
Data Pre-processing
Teknik pre-processing data meliputi pembersihan data, integrasi data, transformasi data dan reduksi data. Teknik ini digunakan untuk memastikan bahwa data sesuai untuk analisis. Dalam konsep cleaning data meliputi pengisian nilai yang hilang, identifikasi outlier, dan penanganan data noise, koreksi data yang tidak konsisten dan penyelesaian redundansi setelah integrasi data. peneliti melakukan integrasi data untuk menggabungkan data dari berbagai sumber dan format. peneliti harus mengintegrasikan skema, mengidentifikasi entitas, mendeteksi dan menyelesaikan konflik nilai data. Dalam data set ini tidak menemukan nilai yang hilang.
Namun, peneliti telah menghapus
atribut yang tidak berpengaruh pada hasil klasifikasi seperti nomor urut,
distrik, program, nomor IC, tanggal, alamat dan nomor telepon. Langkah terakhir
dalam pra-pemrosesan data adalah transformasi data dan reduksi data. peneliti
telah mengubah data menjadi bentuk yang sesuai. peneliti juga menerapkan teknik
reduksi data dan diskritisasi untuk mengurangi penyajian kumpulan data.
Diskritisasi melibatkan pengurangan jumlah nilai atribut kontinu dengan membagi
rentang interval atribut seperti usia dan pendapatan. peneliti telah
mengkategorikan usia menjadi:
Berdasarkan peraturan
yang berlaku untuk Baznas Pekanbaru, peneliti telah
mengkategorikan pendapatan sebagai berikut:
Sedangkan untuk kelasnya, otomatis ditentukan oleh mesin menggunakan algoritma Bayesian Network. peneliti telah menentukan tiga jenis kelas.
b.
Model Klasifikasi
Bayesian network juga dikenal dengan
Belief Network, Bayesian Belief Network, Bayes Nets atau disebut juga Jaringan
Probabilistik. Bayesian network adalah
metode yang didasarkan pada teorema Bayes yang dibuat oleh Thomas Bayes di
1763. Metode Bayesian network telah menjadi sangat populer selama dekade
terakhir karena digunakan untuk berbagai aplikasi cerdas seperti pembelajaran
mesin, pemrosesan teks, pemrosesan bioinformatika, diagnostik medis, prakiraan
cuaca, dan aplikasi sistem cerdas lainnya. Teknik pemodelan Bayesian Network
memiliki beberapa fitur yang membuat metode ini berguna dalam banyak analisis
data dan masalah manajemen dan juga dapat menunjukkan akurasi prediksi yang
baik meskipun dengan data yang kecil serta berguna untuk menggabungkan berbagai
pengetahuan dengan baik.
Struktur
sederhan Bayesian network dalam menentukan mustahik di baznas pekanbaru
c.
Pengujian dan Evaluasi
Setiap percobaan dilakukan menggunakan dataset split factor (data latih: data pengujian) dari 10 hingga 90 untuk pemodelan klasifikasi. Sembilan model berbeda ini diperoleh dari setiap percobaan.
4.
Hasil:
Peneliti melaksankan data
pre-prosessing dan set data zakat siap untuk diklasifikasikan menggunakan Bayesian
network algoritma. Peneliti menggunakan weka versi 3.8.2 sebagai alat untuk
mechine learning dimana dapat melakukan klasifikasi data menggunakan Bayesian network.
Semua algoritma Bayesian network yang diimplementasikan di weka diasumsikan
bahwa semua variable adalah variable finite discrete.
Peneliti telah menetapkan persentase
pemisahan dari pelatihan data 10% menjadi 90%. peneliti membuat beberapa
pengaturan dalam opsi klasifikasi Weka misalnya penduga dan algoritma
pencarian. peneliti telah menggunakan Pengestimasi Sederhana untuk
memperkirakan tabel probabilitas bersyarat dari Bayes network setelah
strukturnya dipelajari. Memperkirakan probabilitas langsung dari data.
Berdasarkan Tabel I
didapatkan bahwa Bayesian network menghasilkan rata-rata akurasi yang baik
sebesar 93.24%. Bayesian network akurat dalam kumpulan data zakat, bahkan
memiliki ketelitian rata-rata 0,91. Rata-rata recall 0,93 sehingga Bayesian network
telah memprediksi observasi positif untuk semua observasi di kelas sebenarnya
adalah ya. F-Measures adalah rata-rata tertimbang dari presisi dan perolehan. Bayesian
network telah mendapatkan F-Measures 0,92. Meskipun akurasi menjadi acuan dalam
menilai kebenaran suatu algoritma, namun F- Measures telah memverifikasi Bayesian
network dapat digunakan jika kumpulan data memiliki distribusi kelas yang tidak
merata
Dan setelah beberapa percobaan yang
dilakukan, Tahap terakhir adalah mengevaluasi keefektifan sistem. Sistem yang
dikembangkan harus dapat memberikan hasil yang diinginkan sesuai dengan
tujuannya dengan akurasi yang tinggi tanpa adanya kesalahan sistemik. peneliti
membandingkan hasil dari sistem dengan ahli.hasilnya dapat dilihat dalam tabel
berikut:
5.
Kesimpulan:
Peneliti telah berhasil melakukan
klasifikasi siapa yang berhak untuk menerima zakat. Bayesian network
menghasilkan akurasi sebesar 93.24% dengan penelitian menggunakan 1000 data
penerima zakat. Dengan banyaknya metode data maining dan setiap metode memiliki
kelebihannya sendiri dengan akurasi yang dihasilkan juga tergantung pada
instansinya. Oleh karena itum pada penelitian selanjutnya dapat menerapkan
lagoritma lain dalam machine learning dan mengumpulkan lebih banyak training data
secara akurat agar menghasilkan akurasi yang lebih tinggi.







Komentar
Posting Komentar